Mengenal Aperture "f" / Bukaan

Bro, bukaan lensanya berapa yang paling besar ? Hah, apa itu. Itu lho, bukaan pada lensa kamu. Katanya kalau bukaan lensa semakin besar bokehnya makin mantap bro. hehehe.... Mungkin untuk sebagian fotografer pemula masi ada yang bingung dengan sebutan bukaan. Ya bukaan ini yang dimaksud tidak lain adalah "f" yang tertulis pada lensa anda. Atau biasa disebut juga dengan aperture. 

Aperture adalah bukaan diafragma pada lensa, semakin besar bukaannya maka cahaya yang masuk ke lensa akan semakin banyak, demikian pula jika semakin kecil bukaan diafragmanya, maka cahaya yang masuk ke lensa akan semakin sedikit. Hal ini akan berpengaruh pada shutter speed dan iso, nanti akan kita bahas secara terpisah. 

Namun jangan bingung ya jika bukaan semakin besar, angka "f" yang tertulis malah  semakin kecil. Ya, memang begitu. Semakin besar bukaan diafragma maka angka "f" akan semakin kecil, begitu juga dengan sebaliknya. Pada umumnya hampir semua lensa memberikan informasi bukaan lensa terbesar pada body lensanya. Misal Canon EF 50mm f/1.8. Berarti bukaan lensa ini yang terbesar adalah f/1.8.

Aperture terbesar pada setiap lensa adalah berbeda. Dan biasanya lensa dengan aperture yang besar seperti f/1.4 itu memiliki harga yang lumayan mahal. Karena hasil gambar yang didapatkan juga sangat memuaskan dengan ciri khas blur pada backgroundnya. Kemudian salah satu keunggulan lensa dengan aperture besar, kita masi dapat melakukan pemotretan pada saat kondisi cahaya yang minim. Seperti yang saya sebutkan diatas, semakin besar aperture semakin banyak cahaya yang masuk ke dalam lensa.



Bicara soal aperture, maka kita juga berbicara soal depth of field disingkat DOF. DOF ini menunjukkan area focus pada gambar. Semakin besar bukaan lensa (angka "f" kecil) maka area focusnya akan semakin sempit. Artinya akan terjadi blur pada belakang objek yang kita focuskan. Dan bila kita menggunakan aperture yang kecil (angka "f" besar), maka area focusnya akan semakin besar. Bisa jadi seluruh gambar akan menjadi terfocus jika kita menggunakan angka aperture yang paling kecil. 


Jika anda suka mengambil gambar orang dengan focus utamanya adalah orang tersebut maka gunakanlah lensa dengan aperture paling besar. Misal dengan lensa 50mm f/1.8 atau 50mm f/1.4. Dan memang lensa ini dibuat untuk menciptakan bokeh pada latar objek, sehingga background foto yang dihasilkan akan semakin blur. Dan focus utamanya hanya pada objek foto yang kita ambil. Ini akan menghasilkan foto yang luar biasa. Karena sekali kita melihat foto tersebut, kita akan langsung tahu apa yang hendak ditonjolkan.

Lain halnya untuk para fotografer landscape. Mereka akan selalu mengambil gambar dengan aperture paling kecil (angka "f" besar) yang dimiliki pada lensa yang digunakannya. Karena mereka ingin semua detil pemandangan tertangkap oleh kamera dengan sempurna. Karena dengan menggunakan aperture yang kecil DOF yang dihasilkan akan semakin luas.




Comments